July 9, 2014

MAPERABA Juli 2014

Diriwayatkan dari HR. Muslim, barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke Surga.

Sebelum jauh-jauh ke surga, percaya atau tidak, Allah telah memudahkan dulu jalan menuju tempat menuntut ilmu itu sendiri. Tidak ada yang kebetulan ketika Allah menggerakkan mata untuk melihat jadwal kajian sunnah di twitter/website. Tidak ada yang kebetulan ketika tengah malam ada seorang teman whatsapp memberitahukan saya untuk ikut MAPERABA esok pagi nya. Tidak ada yang kebetulan ketika Adek saya legowo pas tau saya membatalkan janji untuk mengajaknya jalan. Tidak juga ada yg kebetulan ketika saya masih bisa lolos registrasi padahal masih ada kebutuhan administrasi yang belum saya penuhi. Bahkan tidak ada yang kebetulan ketika Allah mudahkan jalan saya menuju rumah, dipertemukan teman yang searah jalan pulang, padahal malam itu sudah kian larut. Semuanya sudah Allah rencanakan.

Segala puji bagi Allah dalam keadaan apapun.
Segala puji bagi-Nya yang telah memudahkan segala urusan hamba-hambanya.

MAPERABA (Masa Perkenalan Anggota Baru) itu semacam acara Masa Orientasi Siswa (MOS) kali ya. Peserta tahun ini sekitar 400 dari 700 peserta yang daftar. Jumlah terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya. Peserta dikelompokkan sehingga menjadi hampir 30 grup, per grup sekitar 15 orang dan dipandu oleh satu kakak pembimbing. Dalam acara ini peserta diperkenalkan mengenai program kelas yang akan diikuti. Programnya terbagi 2, yaitu BSQ (Bimbingan Studi Quran) dan SII (Studi Islam Intensif). Tiap peserta akan di tes untuk mengetahui level kelasnya. Di dalam BSQ nanti ada kelas Bahasa Arab, tahsin, tahfiz. Sedangkan di SII peserta akan diajar untuk memperdalam belajar ilmu Islam. Selain itu, ada juga kelas ekstrakurikulernya : Tari Saman, Pencak Silat, Olahraga Lapangan (Futsal, Basket, Voli, Badminton), Teater dan Fotografi. Semacam sekolah, tapi cukup menarik.



Di MAPERABA ini peserta juga disuguhi tausiyah oleh beberapa tokoh muda yang bagi saya cukup familiar.

1. Arif Rahman Lubis, salah satu admin twitter @teladanrasul yang membahas bagaimana mencintai Rasulullah SAW.
Tidak sempurna iman seseorang bila ia belum mencintai dan meneladani akhlak Rasulullah.
2. Gamal Albinsaid, seorang dokter muda yang pernah mendapat penghargaan dari pangeran Charles dan saat ini menjadi seorang CEO di Indonesia Medika.
Setelah sekali melihat beliau di program stasiun televisi swasta, ini pertama kalinya melihat sosoknya lebih dekat. Pembawaannya yang masyaa Allah sederhana, rendah hati dalam melihat suatu masalah, dan cara beliau menjawab pertanyaan tampak memang seseorang yang luas ilmunya, tidak luput juga beliau menyelipkan firman-firman Allah atau Hadits Rasulullah SAW. Saya pun tak mau melewatkan sedikitpun waktu untuk tidak mendengar point-point yang beliau sampaikan.
*berharap dipanggil untuk ngisi kajian di kantor*



Beliau mengingatkan tentang kisah Muhammad Al Fatih dalam menaklukan Konstantinopel.
" ... Menjaga ketaatan pada Allah. Maka Dia akan menolongmu dan menentukan kedudukanmu."
Saya pun menjadi teringat bahwa pasukannya tidak pernah meninggalkan sholat wajib sejak baligh dan separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan salat tahajud sejak baligh. Dan hanya Muhammad Al Fatih lah yang tidak pernah meninggalkan sholat wajib, tahajud & rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya. Masyaa Allah...

Materi kian menarik.
Point lain yang sempat tercatat di buku saku saya adalah saat ini sudah bukan waktunya berbicara apa cita-cita kita. Melainkan apa yang bisa dilakukan saat ini. Seberapa cepat mencapainya dan apakah sudah seluruh tenaga dikerahkan?
"... Jangan sampe sekolah belasan tahun, tapi masih nggak tau apa yang mau dicari."
Beliau juga mengungkapkan jangan mengejar mati-matian hal yang tidak bisa dihormati. Kejar dunia untuk mendapatkan akhirat. Jangan takut dianggap sok pintar, sok profesional, sok alim, sok pahlawan... karena itulah gelar-gelar kehormatan di akhir zaman.
"... Ketahuilah, penghuni neraka adalah orang-orang yang melakukan hal-hal yang disukai selama di dunia. Sedangakan penguni surga adalah orang-orang yang melakukan hal-hal yang tidak disukai."
Dalam sesi ini, beliau seperti tidak mau melewatkan sedikitpun waktu kosong. Penyampaiannya cepat dan lugas.
"Tidak ada kata cukup dalam berbuat kebaikan. Tidak pula ada kebaikan yang sempurna tanpa kesabaran."
... Karena PD itu bukan yakin atas kemampuan yang sudah dimiliki. Tapi percaya ada Allah bersamanya.
Beliau percaya bahwa orang tua adalah kunci yang membawanya ke posisinya sekarang. 
"Memperlakukan orang tua dengan baik. Maka Allah akan memperlakukanmu dengan baik pula"
Ibunya pernah berpesan, "lakukan semua hal... karena Allah". Beliau menyebutkan ini hanyalah sebagian kecil prinsip hidupnya. Beliau pula yakin bahwa baik/buruk yang terjadi pada dirinya, ada keinginan Allah yang belum kita tahu. Ada sesuatu yang mau Allah tunjukkan.
"Sabar dan syukur pointnya."
Materi ditutup oleh kutipan beliau berikut, 
"Yakin terhadap jalan kebaikan yang ditempuh. Karena jalan kebaikan adalah jalan Allah. Maka ketika kita berbuat kebaikan, saat itulah kita sedang berjalan bersama Allah."

3. Abdul Roziq, SQ seorang trainer penghafal Quran dengan metode Bilqis. 
Anak-anak didiknya ini sudah bisa menghafal juz 30 loh. Kemudian peserta diajak untuk memberikan ayat kemudian dilanjutkan oleh anak-anak tersebut. Masyaa Allah... bukan hanya hafal, lafaz dan makhrajnya pun jelas. Semoga makin banyak anak-anak seperti mereka... aamiin.




Selebihnya acara diisi performance dari ekstrakurikuler YISC Al-Azhar. Tari Saman, walaupun gerakan kepala yang belum serempak dan suara yang kurang power, lumayan melepas kerinduan untuk menari Saman kembali. Semoga bisa join :)
Selain itu ada juga Silat, dan Teater yang mengangkat tema Bumi Syam.




Ada juga kuis, games dan buka puasa bersama. Secara keseluruhan acara yang dilangsungkan hampir seharian ini sangat menarik. Walaupun sempet hujan deras saat itu, semoga membawa banyak kebaikan baik bagi peserta maupun panitia. Semoga bermanfaat pula bagi yang membacanya.

Wallohu a'lam.

No comments:

Post a Comment